Judi Online Bola Review Cagliari 2012/13

Review Cagliari 2012-13

Review Cagliari 2012/13

Judi Online Bola – Cagliari memulai putaran pertama musim ini bermain di Is Arena sebagai kandang mereka karena stadion asli mereka Sant ‘Elia dinyatakan tidak layak. Skuad mereka punya potensi dan ada yang berpikir bahwa musim ini stadion yang lebih kecil akan menciptakan atmosfer lebih meriah dan paling tidak mereka tidak bermain di Trieste lagi. Dengan harapan dan stabilitas menyelimuti, Cagliari pun mengawali musim.

Bencana merupakan kata paling tepat untuk mendeskripsikan putaran pertama musim ini dengan klub Sardinia itu kalah sepuluh kali – termasuk dari Pescara — seri tiga kali, dan hanya menang empat kali. Performa buruk itu tidak membaik meskipun Massimo Ficcadenti didepak pada bulan Oktober dan digantikan Ivo Pulga dan Diego Lopez. Cagliari memulai tahun baru dengan semangat yang bagus dicampur dengan stabilitas yang tidak diduga-duga mereka dapatkan. Memang mereka kalah di laga pertama mereka di tahun 2013 saat bertandang ke Lazio, namun sebuah kemenangan di Genoa diikuti seri di Atalanta dan seri juga saat melawan Palermo.

Titik balik Cagliari mereka dapatkan saat melawan Roma di kandang. Mereka hancurkan Giallorossi 4-2. Gol-gol dari Radja Nainggolan, Marco Sau, serta Francesco Pisano mengunci kemenangan, meski momen yang selalu diingat (atau dilupa bagi para fans Roma) adalah gol bunuh diri dari Mauro Goicoechea saat sang penjaga gawang seperti menepis bola umpan silang ke gawangnya sendiri. Dan di saat performa dan keberuntungan mereka tampak mulai berbalik, ada kejutan tidak mengenakkan. Sebuah komite supervisi merilis pernyataan yang mengatakan bahwa “Saat ini ada kekhawatiran mengenai keamanan publik untuk pertandingan antara Cagliari dan AC Milan hari Minggu tanggal 15”. Ini baru awal, namun saat ini ada harapan.

Sebelum tiap laga kandang stadion diperiksa keamanannya dan sebenarnya lebih sering mereka gagal, namun pihak berwenang setempat biasanya berubah pikiran untuk tidak mempermasalahkannya. Tidak saat ini sayangnya, dan sebelum laga melawan Milan mereka menunjukkan kewenangannya. Turin! Titah pihak berwenang, di situlah laga ini harus dimainkan, di Stadio Olimpico Turin. Jadi klub Sardinia ini harus bersedia menempuh perjalanan ke sebuah stadion yang hanya tiga jam perjalanan dari Milan dengan kereta, namun amat lebih jauh dari pulau mereka sendiri, bagaimanapun logika bisa menjelaskan. Akhirnya akal sehat memilih untuk mengalah dan laga pun dihelat, entah bagaimana di situasi seperti itu Cagliari masih bisa mendulang poin dengan seri 1-1. Sebenarnya masih ada yang lebih buruk saat sebelumnya laga mereka lawan Roma malah dibatalkan. Judi Online Bola