Taruhan Bola Efek Yang Berawal Dari Naples

Efek Yang Berawal Dari Naples

Efek Yang Berawal Dari Naples

Taruhan Bola – Pada saat Edison Cavani memilih untuk hengkang dari kota Naples menuju klub yang kaya raya yaitu Paris Saint-Germain. Namun pada saat Gonzalo Higuain lebih memilih untuk bermain di Seri A bersama Napoli daripada Arsenal membuat tidak sedikit orang terkejut. Sesudah hampir satu dekade berada di bawah bayang-bayang La Liga dan Premier League, rasanya sudah lama tidak merasakan bursa transfer di Seri A yang sangat panas seperti di musim ini.

Hal ini bahkan terlihat pada saat jendela transfer musim panas belum sepenuhnya benar ditutup dimana Juventus yang sukses merekrut Carloz Tevez dari Manchester City serta Fernando Llorente dari Athletic Bilbao, dan kemudian Fiorentina dengan Mario Gomez dan Joaquin. Sinyal kuat mengenai Seri A yang bangkit ke era keemasan muncul dari Naples. Bermula dari hijrahnya Walter Mazzarri ke Inter Milan, kemudian Napoli menunjuk Rafael Benitez sebagai pelatih Marek Hamsik cs. Rafa yang datang kemudian membuka jalan untuk datangnya pemain top ke klub ini. Dikabarkan bahwa Jose Callejon dan Raul Albiol serta Higuain dan belakangan Jose Manuel ‘Pepe’ Reina akan menyusul.

Dikabarkan bahwa Presiden Napoli yaitu Aulerio de Laurentiis harus merogoh dana sebesar 37 juta pounds demi mendatangkan striker dari Argentina tersebut. Klub Italia mengeluarkan dana lebih dari 30 juta pounds terakhir kali untuk satu pemain adalah dua belas tahun silam, pada saat Lazio memboyong Hernan Crespo dari Parma sebesar 35,5 juta pounds dan saat itu juga memecahkan rekor transfer dunia.

Higuain lebih ramai diberitakan akan pindah ke Arsenal sebelumnya, maka pindahnya Higuain ke Napoli bisa disebut merupakan anomali di dunia sepakbola pada saat ini. dimana seorang pemain dari klub besar di La Liga yang sedang diincar oleh klub besar EPL, namun justru memilih Seri A yang disebut-sebut sedang kehilangan pamornya. Hal ini juga terjadi pada transfer Kevin Strootman. Pemain gelandang muda Belanda yang tampil menonjol di Piala Eropa U-21 tersebut lebih memilih untuk pindah ke AS Roma dari PSV Eindhoven dibandingkan ke  Manchester United dan Arsenal yang juga tertarik.

Magnet Liga Italia menarik serta melahirkan pemain terbaik dunia bisa dilihat dari daftar FIFA World Best Player of the Year selama kurun waktu 1991 hingga 2000. Sebanyak tujuh penghargaan besar untuk pemain Sepak Bola pada masa itu berhasil direbut oleh pemain kota Milan dan Turin.  Higuain, Strootman dan Tevez, saat ini memang tidak menyandang gelar sebagai pemain terbaik dunia versi FIFA. Tapi, tren mengenai pemain top dunia yang memilih bermain di Italia daripada di Premier League, serta geliat transfer yang sedang melanda klub-klub Italia di musim ini sepertinya menjadi sebuah sinyal tentang kebangkitan Seri A di masa depan. Taruhan Bola